Selasa, 23 September 2014
Honorer Samsat Terlibat Sindikat Curanmor
KISARAN|Petugas Polres Asahan mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor, Senin (22/9/2014). salah seorang petugas yang ditangkap petugas, Abdul Rajak Sibarani alias Rajak (26), diketahui merupakan pegawai honorer di kantor Samsat Kisaran.
Kapolres Asahan AKBP Yulmar Try Himawan didampingi Kasat Reskrim AKP Dian Indra Prabudi dan Kabag Humas AKP R Berutu, Senin (22/9) menerangkan, terungkapnya sindikat curanmor ini, berawal ketika pihaknya berhasil mengamankan Khairul Arif alias Pudan (22) warga jalan SM Raja Gang Serumpun Kisaran yang diduga sebagai pelaku ranmor.
Setelah berhasil mengamankan Pudan, petugas langsung menginterogasi dan mengungkapkan, bahwa dia hanya suruhan Abdul Rajak Sibarani (26) honorer samsat Kisaran yang tinggal di Jalan Durian, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur. Tak mau buruan kabur, petugas langsung melakukan penyergapan dan berhasil menangkap Rajak. Petugas juga berhasil mengamankan 11 sepedamotor berbagai merek yang tidak memiliki dokumen.
"Berdasarkan hasil penyelidikan Polisi, tersangka Rajak dan rekanya Pudan merupakan sindikat curanmor yang sudah lama beraksi. Mereka melakukan aksinya disejumlah tempat seperti market,parkiran kantor dan rumah ibadah,"tegasYulmar.
Sementara tersangka Rajak saat dimintai keterangannya dihadapan Polisi pelaku langsung mengakui perbuatanya. Menurut honorer Samsat Kisaran ini, keterlibatanya dalam sindikat tersebut hanya sebagai penadah kereta hasil curian teman-temanya.
Amatan SUMUT24, selain kedua tersangka, ada 4 pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Asahan. Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial BW, EW, FI, dan RI.
Sementara untuk proses hukum hingga kini Pegawai Honorer Samsat tersebut masih menjalani proses di Mapolres Asahan.(Her)
Kapolres Asahan AKBP Yulmar Try Himawan didampingi Kasat Reskrim AKP Dian Indra Prabudi dan Kabag Humas AKP R Berutu, Senin (22/9) menerangkan, terungkapnya sindikat curanmor ini, berawal ketika pihaknya berhasil mengamankan Khairul Arif alias Pudan (22) warga jalan SM Raja Gang Serumpun Kisaran yang diduga sebagai pelaku ranmor.
Setelah berhasil mengamankan Pudan, petugas langsung menginterogasi dan mengungkapkan, bahwa dia hanya suruhan Abdul Rajak Sibarani (26) honorer samsat Kisaran yang tinggal di Jalan Durian, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur. Tak mau buruan kabur, petugas langsung melakukan penyergapan dan berhasil menangkap Rajak. Petugas juga berhasil mengamankan 11 sepedamotor berbagai merek yang tidak memiliki dokumen.
"Berdasarkan hasil penyelidikan Polisi, tersangka Rajak dan rekanya Pudan merupakan sindikat curanmor yang sudah lama beraksi. Mereka melakukan aksinya disejumlah tempat seperti market,parkiran kantor dan rumah ibadah,"tegasYulmar.
Sementara tersangka Rajak saat dimintai keterangannya dihadapan Polisi pelaku langsung mengakui perbuatanya. Menurut honorer Samsat Kisaran ini, keterlibatanya dalam sindikat tersebut hanya sebagai penadah kereta hasil curian teman-temanya.
Amatan SUMUT24, selain kedua tersangka, ada 4 pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Asahan. Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial BW, EW, FI, dan RI.
Sementara untuk proses hukum hingga kini Pegawai Honorer Samsat tersebut masih menjalani proses di Mapolres Asahan.(Her)
Bunga Bangkai Ditemukan di Areal Kebun Bridgestone
ASAHAN|Bunga bangkai jenis Armophophallus Ocpphyllus Prain ditemukan warga Desa Perkebunan Aek Tarum Kecamatan Bandar Pulau, Asahan, Senin (22/9) tumbuh diareal perkebunan Bridgestone Rubber Estate (BSRE) Sub Divisi II, Rambung Merah di Block C 50 Perkebunan Aek Tarum.
Bunga yang termasuk langka ini pertama sekali ditemukan oleh mandor David Sinambella yang sedang mengecek areal kebun. Melihat bunga langka ini tumbuh, David langsung menghubungi Asisten I Ir. Jupri, Mandor Besar Suwandi, Asisten Utility Ir Robi dan tim kader konservasi Jaringan Wahana Rimba Raya (Jawara) Asahan.
David Sinambela ketika di konfirmasi menyebutkan bunga bangkai ini ditemukan tadi pagi dan langsung dilakukan pemagaran dan menjadi Konservasi. “Setelah kita temukan, kita langsung memagar bunga ini dan menjadi konservasi tanaman langka” ujar David.
Dengan ditemukannya bunga ini menjadi perhatian warga yang ingin melihat langsung bunga bangkai yang termasuk bunga yang langka dan jarang ditemukan.
Terpisah Kader Konservasi Jaringan Wahana Rimba Raya (Jawara) Sigit Pamungkas S. Kom yang langsung memantau bunga ini langsung melaporkan temuan bunga ini ke Balai Besar Konservasi Sumer Daya Alam (BBKSDA) Sumut dan resor Asahan.
“Kita langsung melakukan koordinasi kepada BBKSDA Sumut bidang pengembangan kader konservasi dan meminta agar membuat dokumentasinya” ujar Sigit.
Lebih lanjut Sigit menambahkan Kepala BBKSDA Raja Karson Gultom ketika menerima laporan ini langsung menganjurkan mengikuti perkembangan bunga ini dengan mendokumentasikannya sebab jajaran PT Bridgestone Rubber Estate pusat akan melakukan peninjauan lapangan.
Sementara itu pengakuan warga setempat bahwa bunga jenis ini sering di jumpai di perladangan di daerah yang lembab dan tanah subur.
“Bunga ini banyak kita jumpai jika kita membuka perladangan cuma kita biasa saja dan bunga ini tumbuh ditanah yang subur dan lembab, bunga ini muncul saat musim penghujan menjelang kemarau dan dekat dengan tepian dan anak sungan dan biasanya kami menyebutnya dengan sebutan bunga 'Atturbung'," ujar warga setempat yang bernama Thamrin.
Pantauan dilapangan sampai saat ini warga masih ramai melihat keberadaan bunga bangkai ini. (Bens/Dir)
Bunga yang termasuk langka ini pertama sekali ditemukan oleh mandor David Sinambella yang sedang mengecek areal kebun. Melihat bunga langka ini tumbuh, David langsung menghubungi Asisten I Ir. Jupri, Mandor Besar Suwandi, Asisten Utility Ir Robi dan tim kader konservasi Jaringan Wahana Rimba Raya (Jawara) Asahan.
David Sinambela ketika di konfirmasi menyebutkan bunga bangkai ini ditemukan tadi pagi dan langsung dilakukan pemagaran dan menjadi Konservasi. “Setelah kita temukan, kita langsung memagar bunga ini dan menjadi konservasi tanaman langka” ujar David.
Dengan ditemukannya bunga ini menjadi perhatian warga yang ingin melihat langsung bunga bangkai yang termasuk bunga yang langka dan jarang ditemukan.
Terpisah Kader Konservasi Jaringan Wahana Rimba Raya (Jawara) Sigit Pamungkas S. Kom yang langsung memantau bunga ini langsung melaporkan temuan bunga ini ke Balai Besar Konservasi Sumer Daya Alam (BBKSDA) Sumut dan resor Asahan.
“Kita langsung melakukan koordinasi kepada BBKSDA Sumut bidang pengembangan kader konservasi dan meminta agar membuat dokumentasinya” ujar Sigit.
Lebih lanjut Sigit menambahkan Kepala BBKSDA Raja Karson Gultom ketika menerima laporan ini langsung menganjurkan mengikuti perkembangan bunga ini dengan mendokumentasikannya sebab jajaran PT Bridgestone Rubber Estate pusat akan melakukan peninjauan lapangan.
Sementara itu pengakuan warga setempat bahwa bunga jenis ini sering di jumpai di perladangan di daerah yang lembab dan tanah subur.
“Bunga ini banyak kita jumpai jika kita membuka perladangan cuma kita biasa saja dan bunga ini tumbuh ditanah yang subur dan lembab, bunga ini muncul saat musim penghujan menjelang kemarau dan dekat dengan tepian dan anak sungan dan biasanya kami menyebutnya dengan sebutan bunga 'Atturbung'," ujar warga setempat yang bernama Thamrin.
Pantauan dilapangan sampai saat ini warga masih ramai melihat keberadaan bunga bangkai ini. (Bens/Dir)
Perayaan Hut ke-6 Desa Gajah Sakti Dimeriahkan Berbagai Lomba
ASAHAN|Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Desa Gajah Sakti,
Kecamatan Bandar Pulau, dimeriahkan berbagai perlombaan, Sabtu-Minggu
(21-22/9/2014).
Desa Gajah Sakti merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan
Bandar Pulau, yang memiliki penduduk sekitar 1.724 jiwa.
Acara tersebut langsung dibuka oleh kepala Desa Gajah Sakti Irwansyah SAg di saksikan oleh seluruh Kadus 1-5 Desa Gajah sakti, tokoh masyarakat Azhar Sitorus, M Yusuf Manurung dan Calon Kades Gajah Sakti Burhanuddin Nasution serta Muspika Bandar Pulau.
Acara tersebut langsung dibuka oleh kepala Desa Gajah Sakti Irwansyah SAg di saksikan oleh seluruh Kadus 1-5 Desa Gajah sakti, tokoh masyarakat Azhar Sitorus, M Yusuf Manurung dan Calon Kades Gajah Sakti Burhanuddin Nasution serta Muspika Bandar Pulau.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Panitia HUT Desa Gajah
Sakti Julius Marpaung, yang dirangkai dengan penyantunan anak-anak yatim,perlombaan
pestival lagu-lagu, acara panjat pinang,dan lain-lain.
Menurut Julius Marpaung, Panitia HUT Desa Gajah Sakti mengatakan, acara seperti ini sudah dilaksanakan ke -6 kalinya, dan perayaan sebelumnya pesertanya mencapai 1000 orang lebih.
Menurut Julius Marpaung, Panitia HUT Desa Gajah Sakti mengatakan, acara seperti ini sudah dilaksanakan ke -6 kalinya, dan perayaan sebelumnya pesertanya mencapai 1000 orang lebih.
“Untuk tahun ini ada kecenderungan peningkatan peserta
terbukti dari kupon yang terjual mencapai 1700 lembar,” ujar menurut Julius Marpaung.
Panitia menyiapkan berbagai door price dan hadiah bagi peserta perlombaan kontes lagu-lagu dengan pengundian kupon pada pertama. Peserta yang berhak mendapat door price bagi yang melewati jalur dan Pos-Pos penyerahan kupon yang sudah ditentukan oleh panitia.
"Tidak saja orang-orang dewasa yang antusias mengikuti kegiatan ini, anak-anak maupun pelajar juga turut meramaikan kegiatan ini. Adapun Rute yang di tempuh dalam kegiatan perlobaan penyanyi terbaik,joget terbaik,lomba panjat pinang dan busana terbaik, dan diikuti lima dusun yang ada di desa ini,” cetusnya.
Panitia menyiapkan berbagai door price dan hadiah bagi peserta perlombaan kontes lagu-lagu dengan pengundian kupon pada pertama. Peserta yang berhak mendapat door price bagi yang melewati jalur dan Pos-Pos penyerahan kupon yang sudah ditentukan oleh panitia.
"Tidak saja orang-orang dewasa yang antusias mengikuti kegiatan ini, anak-anak maupun pelajar juga turut meramaikan kegiatan ini. Adapun Rute yang di tempuh dalam kegiatan perlobaan penyanyi terbaik,joget terbaik,lomba panjat pinang dan busana terbaik, dan diikuti lima dusun yang ada di desa ini,” cetusnya.
Pantauan SUMUT24 Sabtu- Minggu (21-22/9/2014) selama dua hari
di Desa Gajah Sakti, Kecamatan Bandar Pulau acara tersebut berlangsung sukses.
Camat Bandar Pulau Aspihan Daulay menyatakan, kegiatan
seperti ini akan dilaksanakan setiap tahunnya karena mengingat animio
masyarakat yang cukup antusias merayakannya. (Dir)
Editor
; Suheri
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


