Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 07 November 2014
Guru Diminta Tingkatkan Mutu Pendidikan
KISARAN|SUMUT24
Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Asahan meminta pemerintah setempat untuk
terus meningkatkan mutu para guru yang ada di wilayah tersebut sehingga lulusan
yang dihasilkan nanti benar-benar berkualitas.
"Mutu para
tenaga pendidik baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Asahan harus selalu
di tingkatkan," kata Ketua PGRI Asahan, Malanton Lahade Hasibuan SPd Msi
kepada SUMUT24, Rabu (5/11/2014) diruang kerjanya.
Dikatakannya, setiap
guru harus dilatih baik melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Misalnya dengan belajar mandiri, buku referensi di perpustakaan atau di dunia
maya (internet) dan jangan sampai "gagap teknologi".
Sebab, kata dia, guru
merupakan sebuah faktor kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,
termasuk di Kabupaten Asahan. Karena guru akan menghasilkan lulusan yang
berkualitas dari jenjang SD, SMP, SMA maupun SMK baik dari negeri maupun
swasta," tandasnya.
"Peserta didik
bisa lulus dengan baik jika proses belajar mengajar, guru dapat memberikan
pelajaran dengan baik, sabar, tenang, tanpa adanya tindakan kekerasan di dalam
ruangan,"katanya.
Malanton juga
menegaskan, guru juga menjadi sektor yang sentral, dan guru dituntut untuk
benar-benar berkompeten. Dalam undang-undang disebutkan guru harus mempunyai
kompetensi sosial, kepribadian, metodologi dan kompetensi profesional.
Karena itulah, peran
Pemerintah Kabupaten Asahan harus terus berupaya meningkatkan kesejahteraan
para tenaga pendidik yang ada di daerah itu.
"Sebab mutu guru pada tingkat
keprofesian harus betul-betul di kuasai ketika diimplementasikan di sekolah
sehingga apa yang sudah diperjuangkan Pemerintah Daerah tidak akan sia-sia
begitu saja," katanya.
Ia juga menilai,
untuk saat ini sebagian tenaga pendidik baik dari jenjang SD, SMP, SMA maupun
SMK baik dari negeri maupun swasta sudah mulai menunjukan keprofesionalitasnya
dalam mengajar, dan ini mesti di pertahankan secara berkesinambungan.
“Dan Pemerintah
Daerah juga sudah berupaya meningkatkan peran kesejahteraan dari setiap
guru-guru yang ada di Kabupaten Asahan. Sehingga nantinya pengembangan mutu
guru bisa membuat gairah dalam proses belajar mengajar,”pungkasnya. (Fatah)
Editor : Suheri
3.108 Guru di Asahan Terima Tunjangan Sertifikasi
KISARAN|SUMUT24
Sebanyak 3.108 orang di Kabupaten Asahan telah menerima dana sertifikasi
triwulan I dan II atau periode Januari hingga Juni tahun 2014.
"Namun dari jumlah itu, masih ada 5 diantaranya masih belum menerima dana sertifikasi, karena yang bersangkutan tidak melaksanakan tugas aktif 24 jam per minggu sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Pemerintah pusat, ujar Kadis Pendidikan Kabupaten Asahan Drs Ismail melalui Kasi Kurikulum Pendidikan Menengah Ir Hardo Simanjuntak Msi saat ditemui SUMUT24, Senin (3/11/2014) diruang kerjanya.
Sementara untuk tahun 2014, dari 234 orang guru Non PNS yang seharusnya menerima SK, terdapat 227 guru yang telah diterbitkan SK nya. Sebab 7 orang lainnya belum menerima SK dari Pemerintah Pusat.
Menurut Hardo Simanjuntak, Dinas Pendidikan Asahan akan terus mengumpulkan SK guru yang terlambat hingga semua SK guru di Kabupaten Asahan pada tahun 2014 terkumpul semua.
“Kepala sekolah diharapkan dalam mengusulkan pembayaran tunjangan profesi guru harus sesuai dengan juknis agar guru memperoleh tunjang profesi memenuhi kriteria yang berlaku,"ujarnya.
Penyebab keterlambatan dari pencairan dana sertifikasi, lanjutnya, terlambat SK guru yang bersangkutan dikeluarkan Pemerintah Pusat sehingga Dinas Pendidikan mengalami keterlambatan untuk mengusulkan data penerima tunjangan sertifikasi guru. Dan, juga guru tidak melaksanakan tugas dalam mengajar selama 24jam per minggu.
Ia menerangkan, proses pencairan dana sertifikasi guru diberikan pemerintah pusat melalui kas daerah kabupaten atau kota, setelah itu disalurkan langsung ke rekening guru yang menerima dana sertifikasi tersebut.
Pajak dana sertifikasi guru tersebut dipotong langsung melalui bank yang menerima, yaitu guru berpangkat golongan III mendapat potongan pajak sebesar 5 persen, golongan IV mendapat potongan pajak 15 persen, dan guru golongan II tidak dipotong pajak .
“Jumlah dana sertifikasi yang diterima guru tersebut sebesar gaji pokok pada bulan Januari hingga Juni tahun 2014 per bulan maka tidak bisa dipastikan berapa per orang yang mendapat dana sertifikasi.
Namun, jika ada guru sertifikasi yang meninggal dunia atau pensiun, maka dana sertifikasinya tidak dilanjutkan lagi.
"Tahun ini proses pencairan dana sertifikasi lancar tanpa kendala, yang sering menjadi kendala bagi kita ialah terlambatnya SK guru sertifikasi dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dan tidak terpenuhinya jam mengajarnya,” terangnya. (Fatah)
"Namun dari jumlah itu, masih ada 5 diantaranya masih belum menerima dana sertifikasi, karena yang bersangkutan tidak melaksanakan tugas aktif 24 jam per minggu sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Pemerintah pusat, ujar Kadis Pendidikan Kabupaten Asahan Drs Ismail melalui Kasi Kurikulum Pendidikan Menengah Ir Hardo Simanjuntak Msi saat ditemui SUMUT24, Senin (3/11/2014) diruang kerjanya.
Sementara untuk tahun 2014, dari 234 orang guru Non PNS yang seharusnya menerima SK, terdapat 227 guru yang telah diterbitkan SK nya. Sebab 7 orang lainnya belum menerima SK dari Pemerintah Pusat.
Menurut Hardo Simanjuntak, Dinas Pendidikan Asahan akan terus mengumpulkan SK guru yang terlambat hingga semua SK guru di Kabupaten Asahan pada tahun 2014 terkumpul semua.
“Kepala sekolah diharapkan dalam mengusulkan pembayaran tunjangan profesi guru harus sesuai dengan juknis agar guru memperoleh tunjang profesi memenuhi kriteria yang berlaku,"ujarnya.
Penyebab keterlambatan dari pencairan dana sertifikasi, lanjutnya, terlambat SK guru yang bersangkutan dikeluarkan Pemerintah Pusat sehingga Dinas Pendidikan mengalami keterlambatan untuk mengusulkan data penerima tunjangan sertifikasi guru. Dan, juga guru tidak melaksanakan tugas dalam mengajar selama 24jam per minggu.
Ia menerangkan, proses pencairan dana sertifikasi guru diberikan pemerintah pusat melalui kas daerah kabupaten atau kota, setelah itu disalurkan langsung ke rekening guru yang menerima dana sertifikasi tersebut.
Pajak dana sertifikasi guru tersebut dipotong langsung melalui bank yang menerima, yaitu guru berpangkat golongan III mendapat potongan pajak sebesar 5 persen, golongan IV mendapat potongan pajak 15 persen, dan guru golongan II tidak dipotong pajak .
“Jumlah dana sertifikasi yang diterima guru tersebut sebesar gaji pokok pada bulan Januari hingga Juni tahun 2014 per bulan maka tidak bisa dipastikan berapa per orang yang mendapat dana sertifikasi.
Namun, jika ada guru sertifikasi yang meninggal dunia atau pensiun, maka dana sertifikasinya tidak dilanjutkan lagi.
"Tahun ini proses pencairan dana sertifikasi lancar tanpa kendala, yang sering menjadi kendala bagi kita ialah terlambatnya SK guru sertifikasi dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dan tidak terpenuhinya jam mengajarnya,” terangnya. (Fatah)
Editor : Suheri
YKI Asahan Kembali Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Pelajar
KISARAN|SUMUT24
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Asahan dibawah
kepemimpinan Hj Winda Fitrika Taufan Gama terus gencar melakukan
sosialisasi kesehatan reproduksi dikalangan pelajar.
Kamis (31/10/2014), sosialisasi dilakukan YKI di SMAN 1 Meranti yang diikuti ratusan pelajar dan dihadiri Camat Kecamatan Meranti, Sekretaris YKI Asahan Nurasyah Harahap, Kepala SMAN 1 Meranti Drs Kasian.
Dipaparkan Purwanto selaku narasumber dalam kegiatan itu, bahwa masalah kesehatan reproduksi remaja dewasa ini perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh, mengingat saat ini sudah terjadi pergeseran norma dalam masyarakat khususnya remaja, dimana pergaulan menjadi lebih luas dan bebas, ditunjang dengan sarana mass media yang semakin maju sehingga para remaja lebih banyak mendapatkan pengetahuan bukan dari pihak yang seharusnya.
Sementara Sekretaris YKI Asahan Nurasyah Harahap yang ditemui SUMUT24 mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir dalam rangkaian keliling ke sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Asahan, karena memang merupakan program kerja YKI Asahan.
"Sosialisasi ini sangat penting untuk menanamkan arti pentingnya kesehatan reproduksi di kalangan remaja dengan meningkatkan kualitas remaja. Kita wujudkan generasi muda yang cerdas,"pungkasnya. (Her)
Kamis (31/10/2014), sosialisasi dilakukan YKI di SMAN 1 Meranti yang diikuti ratusan pelajar dan dihadiri Camat Kecamatan Meranti, Sekretaris YKI Asahan Nurasyah Harahap, Kepala SMAN 1 Meranti Drs Kasian.
Dipaparkan Purwanto selaku narasumber dalam kegiatan itu, bahwa masalah kesehatan reproduksi remaja dewasa ini perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh, mengingat saat ini sudah terjadi pergeseran norma dalam masyarakat khususnya remaja, dimana pergaulan menjadi lebih luas dan bebas, ditunjang dengan sarana mass media yang semakin maju sehingga para remaja lebih banyak mendapatkan pengetahuan bukan dari pihak yang seharusnya.
Sementara Sekretaris YKI Asahan Nurasyah Harahap yang ditemui SUMUT24 mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir dalam rangkaian keliling ke sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Asahan, karena memang merupakan program kerja YKI Asahan.
"Sosialisasi ini sangat penting untuk menanamkan arti pentingnya kesehatan reproduksi di kalangan remaja dengan meningkatkan kualitas remaja. Kita wujudkan generasi muda yang cerdas,"pungkasnya. (Her)
Selasa, 21 Oktober 2014
BMX Super Cross Karang Taruna Race I Jadi Idola
KISARAN|SUMUT24
Kejuaraan BMX Super Cross Karang Taruna Race I memperebutkan Tropy Ketua Lembaga Masyarakat Kreatif (LMK) Asahan yang diselenggarakan Senin (20/10) di sirkuit buatan Lapangan Sepak Bola Sei Silau Kecamatan Sei Silau menjadi idola para remaja. Kegiatan tersebut diikuti juga oleh pembalap - pembalap pemula dari luar Asahan.
Sebanyak 120 peserta baik lokal maupun luar daerah ikut memeriahkan kejuaraan BMX Super Cross Karang Taruna Race I tersebut. Dengan kelas - kelas yang diperlombakan Senior Open, SMA Open, SMP Open dan SD Open.
Ketua LMK Dr Ronald Setiawan Sinaga ketika dikonfrimasi SUMUT24 sangat mendukung sekali kegiatan tersebut. Selain menambah kesehatan, juga memberikan motifasi kegiatan positif terhadap para peserta yang notabene adalah anak-anak dan remaja.
"Kita sangat mendukung sekali kegiatan ini, selain menambah kesehatan, juga memberikan motifasi kegiatan positif terhadap para peserta yang notabene adalah anak-anak dan remaja. Sekaligus mengasah bakat mereka sebagai pembalap sepeda,"ujar Ronald.
Sementara Sugianto Ketua Panitia kepada SUMUT24 menambahkan kegiatan ini nantinya menjadi agenda rutin, guna memerangi kejahatan dilingkungan sekitar terhadap anak dibawah umur untuk menjauhkan mereka dari bahayanya narkoba.
"Kejuaraan ini nantinya menjadi agenda rutin kita, selain itu juga, kegiatan ini sekaligus untuk menjauhkan mereka dari kejahatan dilingkungan sekitar terhadap anak dibawah umur tentang bahayanya narkoba, "ungkap Sugianto. (Fatah)
Kejuaraan BMX Super Cross Karang Taruna Race I memperebutkan Tropy Ketua Lembaga Masyarakat Kreatif (LMK) Asahan yang diselenggarakan Senin (20/10) di sirkuit buatan Lapangan Sepak Bola Sei Silau Kecamatan Sei Silau menjadi idola para remaja. Kegiatan tersebut diikuti juga oleh pembalap - pembalap pemula dari luar Asahan.
Sebanyak 120 peserta baik lokal maupun luar daerah ikut memeriahkan kejuaraan BMX Super Cross Karang Taruna Race I tersebut. Dengan kelas - kelas yang diperlombakan Senior Open, SMA Open, SMP Open dan SD Open.
Ketua LMK Dr Ronald Setiawan Sinaga ketika dikonfrimasi SUMUT24 sangat mendukung sekali kegiatan tersebut. Selain menambah kesehatan, juga memberikan motifasi kegiatan positif terhadap para peserta yang notabene adalah anak-anak dan remaja.
"Kita sangat mendukung sekali kegiatan ini, selain menambah kesehatan, juga memberikan motifasi kegiatan positif terhadap para peserta yang notabene adalah anak-anak dan remaja. Sekaligus mengasah bakat mereka sebagai pembalap sepeda,"ujar Ronald.
Sementara Sugianto Ketua Panitia kepada SUMUT24 menambahkan kegiatan ini nantinya menjadi agenda rutin, guna memerangi kejahatan dilingkungan sekitar terhadap anak dibawah umur untuk menjauhkan mereka dari bahayanya narkoba.
"Kejuaraan ini nantinya menjadi agenda rutin kita, selain itu juga, kegiatan ini sekaligus untuk menjauhkan mereka dari kejahatan dilingkungan sekitar terhadap anak dibawah umur tentang bahayanya narkoba, "ungkap Sugianto. (Fatah)
Tolak Bea Siswa Ke Thailand, Sayuti Pilih Berwirausaha
KISARAN|SUMUT24
Trend berwirausaha di kalangan mahasiswa belakangan ini memang semakin
marak. Namun tak sedikit pula dari mereka yang tidak cermat melihat
peluang itu. Setelah bertahun-tahun kuliah menghabiskan dana yang tidak
sedikit akhirnya lulus dengan susah payah.
Mendapat gelar sarjana ternyata memunculkan masalah baru pula karna belum mendapatkan pekerjaan, akhirnya mempertaruhkan masa depan dengan puluhan surat lamaran yang dimasukkan ke instansi perusahaan, sementara yang lainnya coba – coba peruntungan mengikuti seleksi CPNS.
SUMUT24, pada hari Senin (20/10/2014) bertemu dengan Muhammad Sayuti, owner “SAYCOM” salah satu workshop perbaikan service laptop / komputer yang berada di jalan Cokroaminoto Kisaran nomor 5. Pemuda asli Kisaran lulusan terbaik Universitas Pancabudi Medan jurusan Sistem Komputer tahun 2013 ini ternyata pernah menolak tawaran bea siswa di Thailand dari kampusnya, dan memilih berwirausaha membuka revarasi / servis komputer di rumahnya sendiri.
“Skripsi saya pada saat itu membuat robot penyembur api (Flamethower), ketika itu robot yang saya ciptakan belum pernah ada sebelumnya di buat oleh mahasiswa Medan. Lewat robot tersebut akhirnya saya mendapat nilai terbaik, dan kampus sempat menawarkan bea siswa ke Thailand dengan syarat setelah lulus dari sana saya kembali ke Medan untuk mengajar di kampus menjadi dosen ,” terangnya saat ditemui SUMUT24.
Sadar dengan potensi yang dimilikinya, ternyata Sayuti lebih tertarik untuk berwirausaha dari pada menjadi tenaga pengajar. Akhirnya ia memberanikan diri untuk berwirausaha membuka tempat service revarasi komputer di rumah orang tuanya, tidak sampai setahun usaha yang dirintisnya ini hampir setiap hari dibanjiri oleh pelanggan yang memerlukan jasa perbaikan laptop, bahkan workshopnya kini menjadi tempat rujukan penanganan perbaikan dari beberapa lokasi service yang ada di Kisaran.
“Sebenarnya kendala yang paling berat ketika pertama kali berwirausaha ini bukan masalah modal, tapi masalah mental. Sempat khawatir juga apalagi di Kisaran banyak tempat service komputer, dan ternyata setelah saya jalani memilih berwirausaha ini adalah pilihan yang tepat,”kata pemuda kelahiran 1991 ini.
Usaha yang dirintisnya ini terbilang tak instan, sejak tahun 2010 ia mulai mengerjakan service jalanan dari tempat ke tempat, mengerjakan instal warnet dan sempat menjadi dosen tidak tetap di salah satu sekolah tinggi komputer di Kisaran. Kini di workshop yang tidak sampai setahun ia rintis setiap harinya selalu dibanjiri oleh para pelanggan.
Ia berharap kepada para mahasiswa yang baru lulus kuliah sebaiknya jangan panik ketika tidak mendapatkan status pekerjaan. Kenali potensi diri dan lihatlah peluang disekitar kita apa yang bisa dijadikan cara untuk berwirausaha. Paling tidak dengan berwirausaha kita telah menciptakan lapangan pekerjaan minimal untuk diri sendiri.
“Untuk menjadi wirausaha yang pertama harus dilakukan adalah mengenal potensi diri yang kita miliki, serta melihat peluang yang ada, masalah mental sebenarnya yang paling utama. Jangan jadi karyawan, jika ingin sukses jadilah pengusaha,” kata Sayuti mengakhiri. (Bens)
Mendapat gelar sarjana ternyata memunculkan masalah baru pula karna belum mendapatkan pekerjaan, akhirnya mempertaruhkan masa depan dengan puluhan surat lamaran yang dimasukkan ke instansi perusahaan, sementara yang lainnya coba – coba peruntungan mengikuti seleksi CPNS.
SUMUT24, pada hari Senin (20/10/2014) bertemu dengan Muhammad Sayuti, owner “SAYCOM” salah satu workshop perbaikan service laptop / komputer yang berada di jalan Cokroaminoto Kisaran nomor 5. Pemuda asli Kisaran lulusan terbaik Universitas Pancabudi Medan jurusan Sistem Komputer tahun 2013 ini ternyata pernah menolak tawaran bea siswa di Thailand dari kampusnya, dan memilih berwirausaha membuka revarasi / servis komputer di rumahnya sendiri.
“Skripsi saya pada saat itu membuat robot penyembur api (Flamethower), ketika itu robot yang saya ciptakan belum pernah ada sebelumnya di buat oleh mahasiswa Medan. Lewat robot tersebut akhirnya saya mendapat nilai terbaik, dan kampus sempat menawarkan bea siswa ke Thailand dengan syarat setelah lulus dari sana saya kembali ke Medan untuk mengajar di kampus menjadi dosen ,” terangnya saat ditemui SUMUT24.
Sadar dengan potensi yang dimilikinya, ternyata Sayuti lebih tertarik untuk berwirausaha dari pada menjadi tenaga pengajar. Akhirnya ia memberanikan diri untuk berwirausaha membuka tempat service revarasi komputer di rumah orang tuanya, tidak sampai setahun usaha yang dirintisnya ini hampir setiap hari dibanjiri oleh pelanggan yang memerlukan jasa perbaikan laptop, bahkan workshopnya kini menjadi tempat rujukan penanganan perbaikan dari beberapa lokasi service yang ada di Kisaran.
“Sebenarnya kendala yang paling berat ketika pertama kali berwirausaha ini bukan masalah modal, tapi masalah mental. Sempat khawatir juga apalagi di Kisaran banyak tempat service komputer, dan ternyata setelah saya jalani memilih berwirausaha ini adalah pilihan yang tepat,”kata pemuda kelahiran 1991 ini.
Usaha yang dirintisnya ini terbilang tak instan, sejak tahun 2010 ia mulai mengerjakan service jalanan dari tempat ke tempat, mengerjakan instal warnet dan sempat menjadi dosen tidak tetap di salah satu sekolah tinggi komputer di Kisaran. Kini di workshop yang tidak sampai setahun ia rintis setiap harinya selalu dibanjiri oleh para pelanggan.
Ia berharap kepada para mahasiswa yang baru lulus kuliah sebaiknya jangan panik ketika tidak mendapatkan status pekerjaan. Kenali potensi diri dan lihatlah peluang disekitar kita apa yang bisa dijadikan cara untuk berwirausaha. Paling tidak dengan berwirausaha kita telah menciptakan lapangan pekerjaan minimal untuk diri sendiri.
“Untuk menjadi wirausaha yang pertama harus dilakukan adalah mengenal potensi diri yang kita miliki, serta melihat peluang yang ada, masalah mental sebenarnya yang paling utama. Jangan jadi karyawan, jika ingin sukses jadilah pengusaha,” kata Sayuti mengakhiri. (Bens)
Editor: Suheri
Pelajar Dilarang Main ke Warnet Saat Jam Pelajaran
KISARAN|SUMUT24
Pengelola warnet dan game station diminta menolak melayani pelajar yang
masih berseragam sekolah atau masih dalam jam belajar. Hal ini mengingat
masih banyaknya pelajar yang membolos saat jam sekolah. Selain itu,
marak terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap pelajar yang
disebabkan oleh situs 'negatif' internet.Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Asahan melalui Kabid Dikdas Syamsuddin. Ia meminta pengelola warnet tidak menerima pelajar yang masih mengenakan seragam pada jam-jam sekolah.
"Pengusaha warnet jangan hanya memikirkan keuntungan sepihak dengan mengorbankan pelajar. Pelajar harus dilarang tidak boleh bermain, karena selain bisa mengganggu konsentrasi belajar juga bisa menjerumuskan pelajar itu sendiri,"ujar Syamsuddin saat ditemui SUMUT24, Senin (20/10/2014).
Selain pihak pengelola warnet, lanjut Syamsuddin, Dinas Pendidikan juga mengimbau kepada orang tua pelajar untuk berperan aktif dalam mengawasi putra-putrinya dalam menghadapi kecanggihan teknologi.
Kepada pihak sekolah, baik guru dan kepala sekolah agar terus memberikan pencerahan berupa sosialisasi kepada anak-anak didik agar jangan bermain warnet pada jam pelajaran sekolah, karena saat ini, tanpa ada bimbingan guru, akses internet berbau porno sangat mudah di akses lewat media internet.
"Sudah banyak terjadi kasus-kasus pelecehan seksual di Indonesia, maka sedini mungkin kita harus mencegahnya agar tidak terjadi lagi hal demikian,"terangnya.
Bukan itu saja, kepada orang tua murid juga diimbau untuk memberikan pengertian kepada anaknya agar bermain internet hanya untuk melaksanakan tugas pekerjaan sekolah, bukan yang lainnya. (Fatah)
Editor : Suheri
Minggu, 19 Oktober 2014
457 Mahasiswa AMIK Royal Kisaran Diwisuda
KISARAN| Akademi Manajemen Informatika Komputer Royal (AMIK Royal) Kisaran, Sabtu
(18/10/2014) mewisuda 457 wisudawan, bertempat di Gedung Serba Guna Kisaran.
Informasi yang diperoleh SUMUT24, 457 wisudawan yang diwisuda terdiri dari 92
orang Program Studi Teknik Komputer Diploma III dan 355 orang dari
program studi Manajemen Informatika.
Turut hadir dalam acara itu, Bupati Asahan yang diwakilkan Kadis Pendidikan Drs Ismail, Dandim 0208 Asahan Letkol Inf Ayub Akbar, Koordinator Kopertis Wilayah I-Sumut, pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Asahan, Batubara dan Tanjung Balai, serta ratusan orangtua wisudawan dan wisudawati.
Direktur AMIK Royal Kisaran Drs H Muh Saleh Malawat M.MA M mengatakan, wisudawan dan wisudawati ahli madya angkatan ke IX dalam bidang ahli komputer harus tetap menjaga nama baik AMIK Royal Kisaran.
"Kini alumni kita telah bertambah, semoga kalian dapat kerja, dan mengobati orangtua yang telah lelah membiayai kuliah kalian selama ini," kata Saleh dalam sambutannya.
Dia mengatakan, total lulusan (alumni) yang dihasilkan AMIK Royal Kisaran dalam 4 tahun terakhir (2011-2014) berjumlah 1491 orang. Hal ini menunjukkan satu kemajuan yang luar biasa dibandingkan perguruan tinggi swasta lain di bidang komputer khususnya di wilayah Pantai Timur Sumatera.
AMIK Royal Kisaran, telah menambah pelayanan dan berkerja keras dengan pihak manajemen, terus meningkatkan mutu kampus.
"Peningkatan mutu ini terbukti alumni yang telah bekerja sebagai pegawai negeri sipil, badan usaha milik negara, badan usaha miliki daerah, menjadi entrepreneurs dan bekerja di banyak perusahaan besar lainnya. Namun hal ini, tidak membuat kami puas, kami akan terus meningkatkan mutu dan kualitas pengajar," ucapnya..
Saleh mengutarakan, sejalan dengan Visi AMIK Royal Kisaran yang ingin menjadi Perguruan Tinggi Unggulan dalam menghasilkan lulusan profesional dibidang Teknologi Informatika tentunya tidak terlepas dari sumber daya manusia khususnya staf pengajar (Dosen).
"Untuk meningkatkan kualitas dosek, AMIK Royal telah berupaya melaksanakan kegiatan antara lain Workshop Penilaian Angka Kredit Dosen, dan yang terbaru AMIK Royal bekerjasama dengan UPI YPTK padang untuk perguruan tinggi dalam negeri dan TATI University College Terengganu Malaysia untuk perguruan tinggi luar negeri," katanya.
Dia mengatakan, jadilah kalian alumni yang membaganggakan bagi keluarga dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa."Selamat mudah-mudahan pertemuan hari ini membawa berkah, kami tidak lupa mendoakan, agar ibu dan bapak selamat sampai kampung," ucapnya.
Sementara Melda Novita wisudawati jurusan Manajemen Informatika mengatakan, ia sangat bahagia menuntaskan program diplomas III nya dengan mulus dan tepat waktu.
"Kuliah disini asyik dan membuat pengetahuan saya ter up-date, dosennya juga bagus-bagus," kata mahasiswi warga Kecamatan Pulo Bandring ini. (Her)
Turut hadir dalam acara itu, Bupati Asahan yang diwakilkan Kadis Pendidikan Drs Ismail, Dandim 0208 Asahan Letkol Inf Ayub Akbar, Koordinator Kopertis Wilayah I-Sumut, pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten Asahan, Batubara dan Tanjung Balai, serta ratusan orangtua wisudawan dan wisudawati.
Direktur AMIK Royal Kisaran Drs H Muh Saleh Malawat M.MA M mengatakan, wisudawan dan wisudawati ahli madya angkatan ke IX dalam bidang ahli komputer harus tetap menjaga nama baik AMIK Royal Kisaran.
"Kini alumni kita telah bertambah, semoga kalian dapat kerja, dan mengobati orangtua yang telah lelah membiayai kuliah kalian selama ini," kata Saleh dalam sambutannya.
Dia mengatakan, total lulusan (alumni) yang dihasilkan AMIK Royal Kisaran dalam 4 tahun terakhir (2011-2014) berjumlah 1491 orang. Hal ini menunjukkan satu kemajuan yang luar biasa dibandingkan perguruan tinggi swasta lain di bidang komputer khususnya di wilayah Pantai Timur Sumatera.
AMIK Royal Kisaran, telah menambah pelayanan dan berkerja keras dengan pihak manajemen, terus meningkatkan mutu kampus.
"Peningkatan mutu ini terbukti alumni yang telah bekerja sebagai pegawai negeri sipil, badan usaha milik negara, badan usaha miliki daerah, menjadi entrepreneurs dan bekerja di banyak perusahaan besar lainnya. Namun hal ini, tidak membuat kami puas, kami akan terus meningkatkan mutu dan kualitas pengajar," ucapnya..
Saleh mengutarakan, sejalan dengan Visi AMIK Royal Kisaran yang ingin menjadi Perguruan Tinggi Unggulan dalam menghasilkan lulusan profesional dibidang Teknologi Informatika tentunya tidak terlepas dari sumber daya manusia khususnya staf pengajar (Dosen).
"Untuk meningkatkan kualitas dosek, AMIK Royal telah berupaya melaksanakan kegiatan antara lain Workshop Penilaian Angka Kredit Dosen, dan yang terbaru AMIK Royal bekerjasama dengan UPI YPTK padang untuk perguruan tinggi dalam negeri dan TATI University College Terengganu Malaysia untuk perguruan tinggi luar negeri," katanya.
Dia mengatakan, jadilah kalian alumni yang membaganggakan bagi keluarga dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa."Selamat mudah-mudahan pertemuan hari ini membawa berkah, kami tidak lupa mendoakan, agar ibu dan bapak selamat sampai kampung," ucapnya.
Sementara Melda Novita wisudawati jurusan Manajemen Informatika mengatakan, ia sangat bahagia menuntaskan program diplomas III nya dengan mulus dan tepat waktu.
"Kuliah disini asyik dan membuat pengetahuan saya ter up-date, dosennya juga bagus-bagus," kata mahasiswi warga Kecamatan Pulo Bandring ini. (Her)
Rabu, 15 Oktober 2014
YKI Ajak Siswa SMKN 2 Kisaran Jaga Kesehatan Reproduksi
KISARAN| Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Asahan mengajak para siswa SMK N 2 Kisaran untuk menjaga kesehatan reproduksi bagi remaja, dengan melakukan penyuluhan ke sekolah.
Demikian disampaikan Ketua YKI Asahan Hj Winda Fitrika Taufan Gama melalui sekretarisnya Nurasyah Harahap dalam sosialisasi di Aula SMK N 2 Kisaran, Rabu (15/10/2014).
Acara yang juga dihadiri kepala sekolah SMKN 2 Kisaran Drs Harun Arsyid ini, dimaksudkan agar para siswa mengerti, paham dan mampu memelihara kesehatan reproduksinya, mengingat besarnya persentase siswa yang menjadi korban seks bebas, penyalahgunaan narkoba dan bahkan menderita penyakit dan HIV/AIDS karena ketidaktahuannya.
“Indikator-indikator untuk masalah kesehatan reproduksi dipresentasikan para siswa dihapkan menyerap informasi sebanyak-banyaknya mengenai masalah kesehatan reproduksi, selain penting diketahui oleh para pemberi pelayanan kesehatan, juga penting untuk para pendidikan dan penyelenggara program bagi remaja, agar dapat membantu menurunkan masalah kesehatan reproduksi remaja,” papar narasumber yang menjadi pembicara YKI dalam sosialisasi tersebut.
Terpisah, kepala Sekolah SMk N 2 Kisaran Drs Harun Arsyid kepada SUMUT24 menerangkan, sebelumnya para siswa telah diberikan pembelajaran tentang kesehatan reproduksi. Namun dengan adanya sosialisasi kembali dari YKI ini menambah wawasan dan pengetahuan siswa lebih jauh.
“Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh para siswa, kami berharap siswa lebih paham dan mengerti tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan semakin mensinergikan dengan program mata pelajaran yang dibeikan disekolah,” tuturnya. (Bens)
Editor: Suheri
Selasa, 14 Oktober 2014
Sekolah Diwajibkan Umumkan Penggunaan Dana BOS
KISARAN| Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan mengingatkan pihak sekolah penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memasang papan pengumuman penggunaan dana BOS. Hal ini dimaksudkan untuk mengindari adanya penyimpangan penggunaan dana BOS di sekolah.
Demikian ditegaskan oleh Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Drs H Syamsuddin MM kepada
SUMUT24, Selasa (14/10/2014) di Kisaran. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyelewengan penggunaan dana BOS.
“Kita tekankan kepada seluruh kepala sekolah agar memasang pengumuman penggunaan dana tersebut di dinding pengumuman areal sekolah yang mudah dilihat orang banyak. Jadi transfaransi dalam penggunaan anggaran sudah diketahui publik,”kata Syamsuddin.
Syamsuddin menambahkan, ada beberapa prinsip yang harus ditaati oleh sekolah terkait penggunaan dana BOS agar tidak melenceng dari peruntukkannya dan para Kepala Sekolah tidak terjerat hukum.
"Prinsip yang pertama adalah tepat waktu. Artinya, saat penyaluran dana BOS sudah dimulai maka secepatnya pihak sekolah harus mengambil dana tersebut. Soalnya, dana BOS yang disediakan oleh pemerintah ini merupakan instrumen strategis dalam penuntasan Wajib Belajar 9 tahun," jelasnya.
Prinsip yang kedua adalah tepat jumlah siswa yang diajukan. Jangan, siswanya 250 orang, namun ditulisnya 300 orang. Kemudian prinsip yang ketiga adalah tepat sasaran dalam penggunaan dana BOS itu sendiri. Dengan kata lain, penggunaan dana BOS harus dalam koridor 14 item seperti biaya penerimaan siswa baru, gaji pendidik, tunjangan, biaya tak langsung seperti air, pemeliharaan sarana dan prasarana hingga tambahan biaya transportasi untuk anak tidak mampu.
"Karena itulah, jangan sekali-kali sekolah memungut biaya untuk tingkat SD dan SMP karena semuanya sudah ditanggung dalam dananya melalui BOS," tegasnya.
Penyalahgunaan penggunaan anggaran, lanjutnya, hingga saat ini belum ada laporan baik dari guru maupun wali murid. ''Belum ada laporan dan kita anggap persoalan dana bos sudah sesuai aturan,'' ungkapnya. (Fat/Her)
24 Kepala Sekolah di Asahan Dilantik
KISARAN| Gerbong mutasi di
lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Asahan kembali bergerak. Ada dua
puluh empat orang Kepala Sekolah (Kepsek) dilantik Oleh Kepala Dinas
Pendidikan Asahan Drs Ismail yang berlangsung di Aula SMKN 1 Setia
Janji, Senin (13/10/2014).
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan BKD Asahan Nomor: 331-BKD/2014 tertanggal 7 Oktober 2014. Adapun, ke 24 orang tersebut terdiri dari 20 Kepsek SD, 1, Kepsek SMP dan 3 orang Kepsek SMA/SMK.
Kadis Pendidikan Asahan Drs Ismail kepada SUMUT24 mengatakan, mutasi jabatan yang dilakukan hari ini supaya disikapi dengan baik dan arif, sehingga bisa memperbaiki kinerjanya. Pelantikan yang dilakukan hari ini melalui penilaian secara ketat melalui tim Baperjakat, telah melalui proses dan analisa yang mendalam.
“Bahwa mutasi ini dilakukan merupakan hal yang biasa. Dengan adanya mutasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kinerja khusus bagi tenaga didik di sekolah-sekolah, dan dapat memberikan yang terbaik dilingkungan kerjanya yang baru serta para kepala sekolah dapat menjalankan amanah jabatan yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya,” terang Ismail.
Adapun nama nama kepala sekolah yang dilantik oleh Kadis Pendidikan Asahan dalam kesempatan tersebut diantaranya adalah, Zaharuddin Sinaga SPd menjadi Kepala SDN 010059 Bunut, Tambar Malem menjadi Kepala SDN 010063 Sei Renggas, Juliana Ritonga, A.Ma.Pd menjadi menjadi Kepala SDN 010015 Sei Rindan Sei Kepayang, Sipon Manurung SPd menjadi Kepala SDN 018476 Silau Jawa.
Kemudian, Rusyiddin Tumangor menjadi Kepala SDN 016529 Bandar Pasir Mandoge, Nuria Ruminta Hutajulu S.Pd menjadi Kepala SDN 015902 Huta Padang, Reneria Mince Sinaga menjadi Kepala SDN 016526 Huta Bagasan, Elmi Johan S.Pd menjadi Kepala SDN 017107 Kisaran Naga.
Selanjutnya Setiani SPd menjadi Kepala SDN 014671 Sentang, Berliana Aritonang menjadi Kepala SDN 016544 Sei Lama, Wilda Hanum Sitorus SAg, menjadi Kepala SDN 013824 Pulau Maria, Banggar Panjaitan SPd menjadi Kepala SDN 010080 Serdang Meranti, Asaruddin SPd, menjadi Kepala SDN 014691 Serdang Meranti, Demak Siregar SPd menjadi Kepala SDN 010062 Suka Damai, Zunaidah AMPd menjadi Kepala SDN 010019 Sei Paham.
Fatmawaty A.Ma,Pd menjadi Kepala SDN 014640 Sei Kepayang Tengah, Faridah B, Ma.Pd, menjadi Kepala SDN 010013 Sei Kepayang Kanan, Paini S.Pd SD menjadi Kepala SDN 013825 Aek Bange, Sumihar Sihaloho menjadi Kepala SDN 013844 Sidomulyo, Guntur Siahaan A.Ma, Pd menjadi Kepala SDN 014676 Silau Maraja, Edi Syahputra Siagian S.Ag menjadi Kepala SMPN 1 Rahuning, Drs Abdul Mufti, MM menjadi Kepala SMAN3 Kisaran, Drs Kasian, MM menjadi Kepala SMAN 1 Meranti, Drs Wagiman, MM menjadi Kepala SMKN1 Sei Kepayang.
Menurut Kadis Pendidikan, dari ke 24 Kepala Sekolah yang baru dilantik ini, sebanyak 16 orang guru yang dipromosikan menjadi kepala sekolah.
“Kepada yang dilantik diharapkan untuk segera menyusun program kerja, agar terus dapat mengoptimalkan kinerjanya untuk peningkatan mutu pelajaran dan kualitas pendidikan,”pungkasnya. (Bens/Fat)
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan BKD Asahan Nomor: 331-BKD/2014 tertanggal 7 Oktober 2014. Adapun, ke 24 orang tersebut terdiri dari 20 Kepsek SD, 1, Kepsek SMP dan 3 orang Kepsek SMA/SMK.
Kadis Pendidikan Asahan Drs Ismail kepada SUMUT24 mengatakan, mutasi jabatan yang dilakukan hari ini supaya disikapi dengan baik dan arif, sehingga bisa memperbaiki kinerjanya. Pelantikan yang dilakukan hari ini melalui penilaian secara ketat melalui tim Baperjakat, telah melalui proses dan analisa yang mendalam.
“Bahwa mutasi ini dilakukan merupakan hal yang biasa. Dengan adanya mutasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kinerja khusus bagi tenaga didik di sekolah-sekolah, dan dapat memberikan yang terbaik dilingkungan kerjanya yang baru serta para kepala sekolah dapat menjalankan amanah jabatan yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya,” terang Ismail.
Adapun nama nama kepala sekolah yang dilantik oleh Kadis Pendidikan Asahan dalam kesempatan tersebut diantaranya adalah, Zaharuddin Sinaga SPd menjadi Kepala SDN 010059 Bunut, Tambar Malem menjadi Kepala SDN 010063 Sei Renggas, Juliana Ritonga, A.Ma.Pd menjadi menjadi Kepala SDN 010015 Sei Rindan Sei Kepayang, Sipon Manurung SPd menjadi Kepala SDN 018476 Silau Jawa.
Kemudian, Rusyiddin Tumangor menjadi Kepala SDN 016529 Bandar Pasir Mandoge, Nuria Ruminta Hutajulu S.Pd menjadi Kepala SDN 015902 Huta Padang, Reneria Mince Sinaga menjadi Kepala SDN 016526 Huta Bagasan, Elmi Johan S.Pd menjadi Kepala SDN 017107 Kisaran Naga.
Selanjutnya Setiani SPd menjadi Kepala SDN 014671 Sentang, Berliana Aritonang menjadi Kepala SDN 016544 Sei Lama, Wilda Hanum Sitorus SAg, menjadi Kepala SDN 013824 Pulau Maria, Banggar Panjaitan SPd menjadi Kepala SDN 010080 Serdang Meranti, Asaruddin SPd, menjadi Kepala SDN 014691 Serdang Meranti, Demak Siregar SPd menjadi Kepala SDN 010062 Suka Damai, Zunaidah AMPd menjadi Kepala SDN 010019 Sei Paham.
Fatmawaty A.Ma,Pd menjadi Kepala SDN 014640 Sei Kepayang Tengah, Faridah B, Ma.Pd, menjadi Kepala SDN 010013 Sei Kepayang Kanan, Paini S.Pd SD menjadi Kepala SDN 013825 Aek Bange, Sumihar Sihaloho menjadi Kepala SDN 013844 Sidomulyo, Guntur Siahaan A.Ma, Pd menjadi Kepala SDN 014676 Silau Maraja, Edi Syahputra Siagian S.Ag menjadi Kepala SMPN 1 Rahuning, Drs Abdul Mufti, MM menjadi Kepala SMAN3 Kisaran, Drs Kasian, MM menjadi Kepala SMAN 1 Meranti, Drs Wagiman, MM menjadi Kepala SMKN1 Sei Kepayang.
Menurut Kadis Pendidikan, dari ke 24 Kepala Sekolah yang baru dilantik ini, sebanyak 16 orang guru yang dipromosikan menjadi kepala sekolah.
“Kepada yang dilantik diharapkan untuk segera menyusun program kerja, agar terus dapat mengoptimalkan kinerjanya untuk peningkatan mutu pelajaran dan kualitas pendidikan,”pungkasnya. (Bens/Fat)
Senin, 13 Oktober 2014
Drum Band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau Juara III RMMC Ke-2 di USU
ASAHAN| Drum Band “Gema Nada Pratama Korps” SMP Negeri 1 Bandar Pulau, Kecamatan
Bandar Pulau, Kabupaten Asahan meraih juara III Raja Majestic Marching Band
Championship (RMMC) 2014 ke-2 di USU Medan.
Manager drum band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau, Hairum Hanapi Silalahi didampingi Sutini kepada SUMUT24, Minggu (12/10/2014) mengatakan, RMMC 2014 yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara Marching Band Raja Majestic Marching Band Championship selama dua hari itu, berakhir dengan jumlah peserta 33 tim berasal dari 3 provinsi, yakni Sumut, Riau dan Aceh. Materi yang diperlombakan adalah : Kirab Nusantara, Kontes Color Guard (Bendera), Dram Batle dan Display (Unjuk Gelar).
Adapun tujuan diadakan lomba tersebut, antara lai, sebagai salah satu sarana aktivitas kegiatan anak-anak, terarah dan bermamfaat bagi pendidikan dan perkembangan anak dan meningkatkan hubungan kerjasama antara institusi pendidikan, swasta dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia.
Menurut Hanafi selaku Sekretaris Komite SMPN 1 Bandar Pulau, prestasi yang diraih GNPK selain menjadi kebanggaan siswa dan orang tua, guru dan Kepala SMPN 1 Bandar Pulau juga membawa nama baik Kabupaten Asahan, karena merupakan satu-satunya dram band mewakili Kabupaten Asahan dan juara III Display.
“Ironisnya lagi drum band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau ini baru berdiri bulan Februari 2014 lalu dan tampil perdana dalam acara parade 2 Mei lalu, kemudian memeriahkan upacara HUT Ke-69 Kemerdekaan RI di lapangan Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, 17 Agustus 2014”, ungkap Hanafi.
Lebih lanjut Penggagas Gempala (Gerakan Pemekaran Kabupaten Bandar Pulau) yang juga ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kecamatan Bandar Pulau itu mengatakan, meskipun baru seumur jagung tapi drum band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau sudah berani tampil unjuk kebolehan dalam even nasional yang diselenggarakan RMMC dan berhasil meraih juara III Display RMMC 2014 ke-2 USU Medan.
Manager drum band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau, Hairum Hanapi Silalahi didampingi Sutini kepada SUMUT24, Minggu (12/10/2014) mengatakan, RMMC 2014 yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara Marching Band Raja Majestic Marching Band Championship selama dua hari itu, berakhir dengan jumlah peserta 33 tim berasal dari 3 provinsi, yakni Sumut, Riau dan Aceh. Materi yang diperlombakan adalah : Kirab Nusantara, Kontes Color Guard (Bendera), Dram Batle dan Display (Unjuk Gelar).
Adapun tujuan diadakan lomba tersebut, antara lai, sebagai salah satu sarana aktivitas kegiatan anak-anak, terarah dan bermamfaat bagi pendidikan dan perkembangan anak dan meningkatkan hubungan kerjasama antara institusi pendidikan, swasta dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia.
Menurut Hanafi selaku Sekretaris Komite SMPN 1 Bandar Pulau, prestasi yang diraih GNPK selain menjadi kebanggaan siswa dan orang tua, guru dan Kepala SMPN 1 Bandar Pulau juga membawa nama baik Kabupaten Asahan, karena merupakan satu-satunya dram band mewakili Kabupaten Asahan dan juara III Display.
“Ironisnya lagi drum band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau ini baru berdiri bulan Februari 2014 lalu dan tampil perdana dalam acara parade 2 Mei lalu, kemudian memeriahkan upacara HUT Ke-69 Kemerdekaan RI di lapangan Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, 17 Agustus 2014”, ungkap Hanafi.
Lebih lanjut Penggagas Gempala (Gerakan Pemekaran Kabupaten Bandar Pulau) yang juga ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kecamatan Bandar Pulau itu mengatakan, meskipun baru seumur jagung tapi drum band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau sudah berani tampil unjuk kebolehan dalam even nasional yang diselenggarakan RMMC dan berhasil meraih juara III Display RMMC 2014 ke-2 USU Medan.
Ditambahkannya, dengan prestasi yang dicapai ini,
diharapkan kedepannya agar Pemda Kabupaten Asahan dapat lebih memperhatikan
kesenian drm band dan diharapkan juga ada perhatian dari Pemkab Asahan maupun
alumni SMPN 1 Bandar Pulau atas hasil prestasi yang diperoleh GNPK SMPN 1
Bandar Pulau agar kedepan bias lebih baik lagi.
“Setidaknya memberikan bantuan untuk melengkapi peralatan drum band yang kurang memadai agar kedepan SMPN 1 Bandar Pulau lebih baik lagi menampilkan dram bandnya”, ujarnya
Hal senada diungkapkan Sutini (guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Bandar Pulau yang juga selaku pendamping siswa peserta even RMMC di Medan. Menurutnya, dram band SMPN 1 Bandar Pulau yang dibeli dari swadaya orang tua siswa melalui Komite Sekolah saat ini kondisi peralatannya masih memperihatinkan dan sangat membutuhkan uluran tangan dari Pemda Kabupaten Asahan maupun alumni SMPN 1 Bandar Pulau.
“Peralatan drum band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau masih memperihatinkan, untuk melengkapinya butuh perhatian pemerintah setempat dan alumni dari sekolah ini yang sudah berhasil,”ungkap Sutini yang diamini Hairum Hanapi.
Disamping itu kata Sutini keberangkatan anak-anak dram band SMPN 1 Bandar Pulau mengikuti even RMMC di USU Medan atas inisiatif siswa yang didukung orang tua dan modal sendiri demi mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Asahan.
“Mereka rela mengeluarkan modal sendiri, baik transportasi akomodasi dan penginapan selama dua hari di Medan ditanggung sendiri”, pungkasnya. (bens)
“Setidaknya memberikan bantuan untuk melengkapi peralatan drum band yang kurang memadai agar kedepan SMPN 1 Bandar Pulau lebih baik lagi menampilkan dram bandnya”, ujarnya
Hal senada diungkapkan Sutini (guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Bandar Pulau yang juga selaku pendamping siswa peserta even RMMC di Medan. Menurutnya, dram band SMPN 1 Bandar Pulau yang dibeli dari swadaya orang tua siswa melalui Komite Sekolah saat ini kondisi peralatannya masih memperihatinkan dan sangat membutuhkan uluran tangan dari Pemda Kabupaten Asahan maupun alumni SMPN 1 Bandar Pulau.
“Peralatan drum band GNPK SMPN 1 Bandar Pulau masih memperihatinkan, untuk melengkapinya butuh perhatian pemerintah setempat dan alumni dari sekolah ini yang sudah berhasil,”ungkap Sutini yang diamini Hairum Hanapi.
Disamping itu kata Sutini keberangkatan anak-anak dram band SMPN 1 Bandar Pulau mengikuti even RMMC di USU Medan atas inisiatif siswa yang didukung orang tua dan modal sendiri demi mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Asahan.
“Mereka rela mengeluarkan modal sendiri, baik transportasi akomodasi dan penginapan selama dua hari di Medan ditanggung sendiri”, pungkasnya. (bens)
Jumat, 10 Oktober 2014
Sekolah Diimbau Aktifkan Ekskul Kepramukaan
KISARAN| Dinas
Pendidikan Kabupaten Asahan menghimbau kepada seluruh sekolah untuk
mengaktifkan ekstrakurikuler Pramuka. Semua itu dilakukan sesuai
peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 63 tahun 2014 tentang
Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib.
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Drs Dermawan MPd, Kamis (9/10/2014).
"Hingga saat ini masih banyak sekolah dasar dan menengah belum menjalankan ekstrakurikuler pramuka. Padahal kegiatan pramuka tersebut merupakan ektrakurikuler wajib," kata Dermawan kepada SUMUT24.
Dikatakannya, Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik.
"Diharapakan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai muatan Kurikulum 2013 dan muatan Pendidikan Kepramukaan dapat bersinergi secara koheren, karena dalam ilmu kepramukaan mengajarkan pendidikan bermasyarakat," katanya.
Menurutnya, ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan Peserta Didik di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar Peserta Didik dapat mengembangkan kepribadian, minat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik.
"Ekstrakurikuler Pramuka ini tidak akan mengganggu jam belajar akademik, karena dilakukan di luar jam belajar peserta didik, dan untuk sekolah diwajibkan menyediakan satu orang pembina pramuka sebagai pengajar," terangnya. (Her/Fat)
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Drs Dermawan MPd, Kamis (9/10/2014).
"Hingga saat ini masih banyak sekolah dasar dan menengah belum menjalankan ekstrakurikuler pramuka. Padahal kegiatan pramuka tersebut merupakan ektrakurikuler wajib," kata Dermawan kepada SUMUT24.
Dikatakannya, Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik.
"Diharapakan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai muatan Kurikulum 2013 dan muatan Pendidikan Kepramukaan dapat bersinergi secara koheren, karena dalam ilmu kepramukaan mengajarkan pendidikan bermasyarakat," katanya.
Menurutnya, ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan Peserta Didik di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar Peserta Didik dapat mengembangkan kepribadian, minat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik.
"Ekstrakurikuler Pramuka ini tidak akan mengganggu jam belajar akademik, karena dilakukan di luar jam belajar peserta didik, dan untuk sekolah diwajibkan menyediakan satu orang pembina pramuka sebagai pengajar," terangnya. (Her/Fat)
Kamis, 09 Oktober 2014
YKI Asahan Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi
KISARAN| Yayasan
Kanker Indonesia (YKI) Cabang Asahan melakukan sosialisasi tentang Kesehatan
Reproduksi kepada para pelajar di tingkat SMA. Acara ini dilaksanakan di Aula
SMA Negeri 4 Kisaran, Rabu (8/10/2014) jalan Pondok Indah, Kecamatan Kisaran Barat.
Pantauan
SUMUT24, acara sosialisasi tersebut dibuka dan dihadiri Ketua YKI Asahan Hj
Winda Fitrika Taufan Gama, Camat Kisaran Barat Darwinsyah, Kepala SMAN 4
Kisaran Drs H Wini MM, serta ratusan pelajar yang terlihat antusias mengikuti
kegiatan tersebut.
Sosialisasi
yang digelar YKI Asahan ini dimaksudkan agar para siswa mengerti, paham
dan mampu memelihara kesehatan reproduksinya, mengingat besarnya persentase
siswa yang menjadi korban seks bebas, penyalahgunaan narkoba dan bahkan
menderita penyakit dan HIV/AIDS karena ketidaktahuannya.
“Terdapat
indikasi pada remaja khususnya pelajar baik di perkotaan maupun perdesaan
yang menunjukkan meningkatnya perilaku seks pra-nikah. Untuk itu YKI Cabang
Asahan hadir memberikan pengetahuan dan wawasan lebih jauh kepada para siswa
mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi,” kata Ketua YKI Asahan Hj Winda
Fitrika Taufan Gama ketua YKI Asahan ketika dikonfirmasi SUMUT24 usai acara.
Hj
Winda Fitrika menjelaskan, sosialisasi yang diselenggarakan oleh YKI Cabang
Asahan ini adalah rangkaian kegiatan tour sosialisasi di 8 Sekolah Menengah Atas
(SMA) di Kabupaten Asahan, setelah beberapa bulan sebelumnya mengadakan
kegiatan serupa di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 4 Kisaran.
Dia
juga mengemukakan, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, maka diharapkan para
pelajar memperoleh dua hal.
Pertama, anak-anak dan remaja akan tahu tentang masalah kesehatan reproduksi sejak dini, sehingga mereka dapat berperilaku yang positif terhadap masalah kesehatan reproduksi.
Kedua, dengan memahami lebih awal masalah kesehatan reproduksi ini, diharapkan dapat mengurangi risiko besarnya para remaja yang melakukan kegiatan seksualitas sebelum perkawinan. Hal ini dapat mengurangi banyaknya kasus kehamilan yang tidak diinginkan.
Ketua TP PKK Asahan ini berpendapat semua harus bekerja bersama, dan yang penting ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas para orang tua dan masyarakat secara luas.
Pertama, anak-anak dan remaja akan tahu tentang masalah kesehatan reproduksi sejak dini, sehingga mereka dapat berperilaku yang positif terhadap masalah kesehatan reproduksi.
Kedua, dengan memahami lebih awal masalah kesehatan reproduksi ini, diharapkan dapat mengurangi risiko besarnya para remaja yang melakukan kegiatan seksualitas sebelum perkawinan. Hal ini dapat mengurangi banyaknya kasus kehamilan yang tidak diinginkan.
Ketua TP PKK Asahan ini berpendapat semua harus bekerja bersama, dan yang penting ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas para orang tua dan masyarakat secara luas.
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Kisaran Drs Wini MM yang ditemui SUMUT24 secara terpisah menerangkan, sebelumnya para siswa telah diberikan pembelajaran tentang kesehatan reproduksi. Namun dengan adanya sosialisasi kembali dari YKI ini menambah wawasan dan pengetahuan siswa lebih jauh.
“Kami
sebagai pihak sekolah mendukung upaya yang dilaksanakan oleh YKI ini, agar
siswa lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan semakin
mensinergikan dengan program mata pelajaran yang diberikan disekolah,” imbuhnya.
(Bens/Her)
Rabu, 08 Oktober 2014
SMKN 2 Kisaran Persiapkan Diri Ikuti Lomba LKS Tingkat Asahan
KISARAN|Sekolah
Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kisaran mempersiapkan siswa-siswinya untuk
mengikuti Lomba Keterampilan Siswa (LKS) se-Kabupaten Asahan, yang akan digelar
pada 14-16 oktober 2014 bertempat di SMKN 2 Kisaran, Kelurahan Sei Renggas
Kecamatan Kisaran Barat.
Kepala
SMKN 2 Kisaran Drs Harun Arsyid melalui Kepala Kompetensi Keahlian Sarjono SPd kepada
SUMUT24 menyatakan, untuk
mempersiapkan para siswanya, pihak sekolah memberlakukan model pembelajaran
aktif dengan metode pratikum langsung.
Saat
SUMUT24 bertandang ke SMKN 2 Kisaran, Senin (6/10/2014) di Workshop Tekhnik
Kenderaan Ringan, terlihat beberapa siswa yang didampingi seorang guru
pebimbing tengah membongkar pasang mobil rakitan di dalam bengkel tersebut. Para
siswa ini sedang berlatih bongkar pasang
dan rakit mesin mobil sesuai instruksinya.
Mobil
yang awalnya dibeli oleh pihak sekolah untuk keperluan praktek ini bermesin
Toyota Kijang 5K sekitar tahun 2006. Lewat mobil praktek rakitan ini para siswa
SMKN2 Kisaran Jurusan Tekhnik Kendaraan Ringan ini diajarkan tekhnik tune up,
electrical body, dan wayar.
“Lewat mobil rakitan ini siswa memahami yang kita sampaikan tidak hanya secara teoristis saja, para dapat melihat dengan praktek langsung ke objek pelajaran yang dituju hingga mudah untuk memahaminya,” terang Sarjono.
“Lewat mobil rakitan ini siswa memahami yang kita sampaikan tidak hanya secara teoristis saja, para dapat melihat dengan praktek langsung ke objek pelajaran yang dituju hingga mudah untuk memahaminya,” terang Sarjono.
Ternyata
mobil yang telah berulang kali dirakit dari tangan- tangan kratif siswa
SMKN2 jurusan tekhnik kendaraan ringan ini tidak hanya digunakan sebagai
bahan praktek, tapi juga pernah beberapa kali di pakai jalan dalam rangka pawai
akbar mobil hias di malam takbiran dan sempat meraih juara. Disamping itu juga
mobil dengan kerangka body Jeep ini setiap tahunnya tidak pernah abstain untuk
nampang di Stand Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dalam acara Asahan Expo.
Kedua siswa yang terlihat lagi sibuk membongkar mesin mobil rakitan tersebut adalah Febriandi dan Fuji Romadona keduanya siswa kelas XII Jurusan Tekhnik Kendaraan Ringan SMKN2 Kisaran yang tengah dipersiapkan dalam LKS yang beberapa hari lagi akan digelar.
“Kedua siswa ini sebenarnya sedang mengikuti praktek kerja lapangan (PKL) di perusahaan distributor mobil Toyota, Auto 2000 di Padang Sumatera Barat. Berhubung dalam waktu dekat ini ada perlombaan maka keduanya kami permisikan dari lokasi PKL nya di Padang untuk kembali berlatih, mempersiapkan perlombaan nanti. Selaku tuan rumah kami optimis bisa menjadi juara dalam lomba keterampilan siswa tingkat kabupaten Asahan, tentunya dengan latihan dan persiapan yang matang,” tambah Sarjono. (Bens)
Kedua siswa yang terlihat lagi sibuk membongkar mesin mobil rakitan tersebut adalah Febriandi dan Fuji Romadona keduanya siswa kelas XII Jurusan Tekhnik Kendaraan Ringan SMKN2 Kisaran yang tengah dipersiapkan dalam LKS yang beberapa hari lagi akan digelar.
“Kedua siswa ini sebenarnya sedang mengikuti praktek kerja lapangan (PKL) di perusahaan distributor mobil Toyota, Auto 2000 di Padang Sumatera Barat. Berhubung dalam waktu dekat ini ada perlombaan maka keduanya kami permisikan dari lokasi PKL nya di Padang untuk kembali berlatih, mempersiapkan perlombaan nanti. Selaku tuan rumah kami optimis bisa menjadi juara dalam lomba keterampilan siswa tingkat kabupaten Asahan, tentunya dengan latihan dan persiapan yang matang,” tambah Sarjono. (Bens)
Editor : Suheri
Selasa, 30 September 2014
STMIK-AMIK Royal Kisaran Gelar Workshop SPMI
KISARAN|STMIK- AMIK Royal Kisaran menggelar Workshop Sistem Penjamin
Mutu Internal (SPMI) yang diikuti 36 dosen dengan memanggil nara sumber
Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Rafiqi Tantawi MSc, Senin (29/9) di aula kampus
Amik Royal Jalan Imam Bonjol Kisaran.
Workshop tersebut dimaksudkan untuk mengulas dan mengupas apa sebenarnya sistem penjamin mutu itu bagi para dosen yang bertugas di STMIK dan AMIK Royal Kisaran yang berfungsi untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara berkelanjutan (Continuous Improvement).
Dalam acara pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Direktur Amik Royal Drs H Saleh Malawat MMA mengatakan, Badan penjamin mutu adalah sutu lembaga didalam institusi STMIK dan AMIK Royal Kisaran, yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur.
Badan penjamin mutu, bertugas menyelenggarakan sistem penjamin mutu di STMIK dan AMIK Royal, guna mencapai indikator kinerja para dosen dan tata usaha dalam tupoksi masing-masing yang telah ditetapkan untuk kurun waktu tertentu.
“Sistem penjamin mutu dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat perguruan tinggi, program studi, dan unit penunjang (perpustakaan, laboratorium, studio atau bengkel kerja. Badan Penjamin Mutu STMIK dan AMIK Royal Kisaran dilengkapi dengan unit-unit tugas penunjang, unit pelaksana pangkalan data STMIK dan AMIK Royal, Unit pelaksana Penjamin mutu internal STMIK dan AMIK Royal, dan Unit pelaksana persiapan Penjamin mutu eksternal STMIK dan AMIK Royal Kisaran,”ujarnya.
Usai acara pembukaan, nara sumber Prof Dr Ir H Ahmad Rafiqi Tantawi MSc tim penjaminan mutu Dikti mengatakan, Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjamin Mutu Eksternal (SPME), dan Pangkalan Data atau saat ini disebut Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) yang dikaitkan dengan perizinan penyelenggaraan program studi.
Lebih lanjut dikatakannya, Penjamin mutu eksternal ini yang menghasilkan akreditasi wajib dilakukan oleh program studi seperti yang diatur dalam Undang-Undang Sisdiknas. EPSBED adalah bentuk pengawasan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukan oleh pemerintah, sesuai dengan amanah Undang-Undang Sisdiknas, dan dikaitkan dengan izin penyelenggaraan PS.
Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Royal Teladan Asahan Anda Putra Lubis SE MMA mengatakan sangat mendukung digelarnya Workshop “Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) bagi Dosen STMIK dan AMIK Royal Kisaran.
“Kami siap dan berkomitmen memberikan bantuan dana untuk kelangsungan dan kemajuan STMIK dan AMIK Royal Kisaran dan berupaya berperan aktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia Kabupaten Asahan dan pemanfaatan kemampuan dalam bidang sains, komputer dan teknologi informasi,”ungkapnya. (Bens)
Workshop tersebut dimaksudkan untuk mengulas dan mengupas apa sebenarnya sistem penjamin mutu itu bagi para dosen yang bertugas di STMIK dan AMIK Royal Kisaran yang berfungsi untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara berkelanjutan (Continuous Improvement).
Dalam acara pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Direktur Amik Royal Drs H Saleh Malawat MMA mengatakan, Badan penjamin mutu adalah sutu lembaga didalam institusi STMIK dan AMIK Royal Kisaran, yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur.
Badan penjamin mutu, bertugas menyelenggarakan sistem penjamin mutu di STMIK dan AMIK Royal, guna mencapai indikator kinerja para dosen dan tata usaha dalam tupoksi masing-masing yang telah ditetapkan untuk kurun waktu tertentu.
“Sistem penjamin mutu dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat perguruan tinggi, program studi, dan unit penunjang (perpustakaan, laboratorium, studio atau bengkel kerja. Badan Penjamin Mutu STMIK dan AMIK Royal Kisaran dilengkapi dengan unit-unit tugas penunjang, unit pelaksana pangkalan data STMIK dan AMIK Royal, Unit pelaksana Penjamin mutu internal STMIK dan AMIK Royal, dan Unit pelaksana persiapan Penjamin mutu eksternal STMIK dan AMIK Royal Kisaran,”ujarnya.
Usai acara pembukaan, nara sumber Prof Dr Ir H Ahmad Rafiqi Tantawi MSc tim penjaminan mutu Dikti mengatakan, Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjamin Mutu Eksternal (SPME), dan Pangkalan Data atau saat ini disebut Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) yang dikaitkan dengan perizinan penyelenggaraan program studi.
Lebih lanjut dikatakannya, Penjamin mutu eksternal ini yang menghasilkan akreditasi wajib dilakukan oleh program studi seperti yang diatur dalam Undang-Undang Sisdiknas. EPSBED adalah bentuk pengawasan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilakukan oleh pemerintah, sesuai dengan amanah Undang-Undang Sisdiknas, dan dikaitkan dengan izin penyelenggaraan PS.
Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Royal Teladan Asahan Anda Putra Lubis SE MMA mengatakan sangat mendukung digelarnya Workshop “Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) bagi Dosen STMIK dan AMIK Royal Kisaran.
“Kami siap dan berkomitmen memberikan bantuan dana untuk kelangsungan dan kemajuan STMIK dan AMIK Royal Kisaran dan berupaya berperan aktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia Kabupaten Asahan dan pemanfaatan kemampuan dalam bidang sains, komputer dan teknologi informasi,”ungkapnya. (Bens)
Editor : Suheri
Bintang Jaya Junior Asahan Bantai Poslab Labuhan Batu 5-0
KISARAN| PS Bintang Jaya Junior Asahan tampil sebagai juara, setelah
kesebelasan ini memberikan mimpi buruk kepada para pemain Poslab Labuhan
Batu dalam pertandingan PSSI U- 17 Piala Soeratin Cup 2014, Minggu
(28/9/2014) di Stadion Mutiara Kisaran.
Tim Poslab Labuhan Batu Junior yang diarsiteki Budi Suryanto harus pasrah dibantai 5-0 tanpa balas oleh Bintang Jaya Junior Asahan.
Skuad Bintang Jaya dari awal pertandingan sudah menunjukkan kemampuannya dengan menekan pertahanan Poslab. Namun Poslab tidak tinggal diam, dengan menguatkan barisan pertahanan bawah dan sesekali lakukan serangan balik.
Kapten Bintang Jaya Doni Pramana, memimpin strategi meruntuhkan Poslab. Pada menit 23, pemain depan Kijang Gunung Muda Abdi Darma Pohan, berhasil membuka gol pertama di gawang Poslab.
Tidak sampai disitu, striker Bintang Jaya Wilmar Dwi Sukma kembali menambah kedudukan pada menit 36. Sehingga pada babak pertama PS Bintang Jaya menutup dengan skor 2-0.
Setelah turun minum, Bintang Jaya yang kehausan gol terus menyerang, sementara Poslab yang tertinggal dua angka mulai bersudut. Wilmar Dwi Sukma kembali membobol gawang Poslab pada menit 48. Kemudian pada menit 51, Wilmar kembali menciptakan gol (hat tric, red).
Namun demikian, Poslab tidak patah semangat dan terus menyerang Bintang Jaya. Tapi Kijang Gunung Muda tidak mau mengalah, dan terus menyudutkan Poslab. Akibatnya pada menit 78, "mesin penghancur Bintang Jaya Sanjen Parakash melengkapi kemenangan Bintang Jaya denganmenyumbangkan gol terakhir. Sampai pertandingan usai Bintang Jaya tetap ungul dengan skor akhir 5-0.
Dengan kemenangan itu, PS Bintang Jaya Junior mewakili Sumut pada Liga Remaja Piala Soeratin 2014 tingkat Sumbagut ( Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kepri ) pada Oktober mendatang.
"Laga final Poslab dan Bintang Jaya sangat menarik, dua tim dua-duanya bagus. Namun Bintang Jaya yang unggul dan menjadi juara," jelas Ketua Asosiasi PSSI Sumut Kamaluddin Harahap, didampingi Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Asahan Bambang Wahyudi, dan Manager PS Bintang Jaya Erwis Edi Pauja Lubis MM saat menutup acara dan memberikan piala Liga remaja, Piala Soeratin 2014 Tingkat Sumut.
Menurut Kamaludin, dalam pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Selamat untuk Bintang Jaya, yang akan melanjutkan berlaga di putaran dua Tingkat Sumbagut di Piala Soeratin 2014. Untuk Poslab, jangan patah semangat, tetap berlatih dan tingkatkan peratasiolahraga demi baiknya masa depan sepak bola Sumut.
"Tingkatkan prestasi, dan pantang menyerah untuk mengangkat martabat Sumut dalam dunia Sepak Bola, dan buat sejarah baru, Sumut tidak bisa dianggap remeh," tegas Kamaludin. (Dir)
Tim Poslab Labuhan Batu Junior yang diarsiteki Budi Suryanto harus pasrah dibantai 5-0 tanpa balas oleh Bintang Jaya Junior Asahan.
Skuad Bintang Jaya dari awal pertandingan sudah menunjukkan kemampuannya dengan menekan pertahanan Poslab. Namun Poslab tidak tinggal diam, dengan menguatkan barisan pertahanan bawah dan sesekali lakukan serangan balik.
Kapten Bintang Jaya Doni Pramana, memimpin strategi meruntuhkan Poslab. Pada menit 23, pemain depan Kijang Gunung Muda Abdi Darma Pohan, berhasil membuka gol pertama di gawang Poslab.
Tidak sampai disitu, striker Bintang Jaya Wilmar Dwi Sukma kembali menambah kedudukan pada menit 36. Sehingga pada babak pertama PS Bintang Jaya menutup dengan skor 2-0.
Setelah turun minum, Bintang Jaya yang kehausan gol terus menyerang, sementara Poslab yang tertinggal dua angka mulai bersudut. Wilmar Dwi Sukma kembali membobol gawang Poslab pada menit 48. Kemudian pada menit 51, Wilmar kembali menciptakan gol (hat tric, red).
Namun demikian, Poslab tidak patah semangat dan terus menyerang Bintang Jaya. Tapi Kijang Gunung Muda tidak mau mengalah, dan terus menyudutkan Poslab. Akibatnya pada menit 78, "mesin penghancur Bintang Jaya Sanjen Parakash melengkapi kemenangan Bintang Jaya denganmenyumbangkan gol terakhir. Sampai pertandingan usai Bintang Jaya tetap ungul dengan skor akhir 5-0.
Dengan kemenangan itu, PS Bintang Jaya Junior mewakili Sumut pada Liga Remaja Piala Soeratin 2014 tingkat Sumbagut ( Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kepri ) pada Oktober mendatang.
"Laga final Poslab dan Bintang Jaya sangat menarik, dua tim dua-duanya bagus. Namun Bintang Jaya yang unggul dan menjadi juara," jelas Ketua Asosiasi PSSI Sumut Kamaluddin Harahap, didampingi Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Asahan Bambang Wahyudi, dan Manager PS Bintang Jaya Erwis Edi Pauja Lubis MM saat menutup acara dan memberikan piala Liga remaja, Piala Soeratin 2014 Tingkat Sumut.
Menurut Kamaludin, dalam pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Selamat untuk Bintang Jaya, yang akan melanjutkan berlaga di putaran dua Tingkat Sumbagut di Piala Soeratin 2014. Untuk Poslab, jangan patah semangat, tetap berlatih dan tingkatkan peratasiolahraga demi baiknya masa depan sepak bola Sumut.
"Tingkatkan prestasi, dan pantang menyerah untuk mengangkat martabat Sumut dalam dunia Sepak Bola, dan buat sejarah baru, Sumut tidak bisa dianggap remeh," tegas Kamaludin. (Dir)
Editor : Suheri
Senin, 29 September 2014
Percasi Asahan Gelar Kejuaraan Catur Antar Pelajar
KISARAN| Dalam upaya mengolahragakan catur agar semakin
digemari masyarakat sekaligus sebagai ajang menjaring bibit-bibit muda potensi,
Percasi Asahan mengadakan kejuaraan catur antar pelajar dan senior se Kabupaten
Asahan.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan 24-26 September di SMPN 5 Kisaran dengan peserta 106 pelajar putra/i tingkat SD, SMP, SMA serta 24 pecatur senior.
Ketua Percasi Asahan, Drs Nelson Sipayung WNP dalam kata sambutannya menyebutkan, rangkaian kegiatan seperti simultan catur menghadirkan Master Nasional seperti Jhon Roy Damanik, Zulfikar dan lainnya. Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan maupun pengalaman bagi atlet itu sendiri. Sejauh mana kemampuan yang dimiliki sehingga menjadikan mereka termotivasi meraih prestasi. Pertandingan nantinya memakai sistem Swiss 5 babak.
Kadisporabudpar diwakili Kabid Keolahragaan, M Malau menyampaikan kepada peserta raihlah prestasi semaksimal mungkin sebab Pemkab Asahan tetap berkomitmen memberi atensi kepada atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan daerah ini ke tingkat yang lebih tinggih lagi.
Hal menarik saat acara pembukaan ketika Kadis Dikjar Kab Asahan, Drs H Ismail memberi kata sambutan kepada peserta, orang tua dan seluruh hadirin menyambut gembira dan applause panjang. Drs H Ismail mengatakan Dinas yang dipimpinnya akan berkolaborasi bersama unsur lainnya untuk mengapresiasi bagi atlet catur yang mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya secara berkesinambungan. Apresiasi itu bisa berupa biaya sekolah, buku-buku, seragam ataupun hal lainnya.
Kadisdikjar juga menyambut baik kejuaraan ini. Olah raga otak meski dilakukan dengan cara duduk tetapi sangat memerlukan disiplin tinggi, konsentrasi, stamina, Intelejensi mumpuni, sabar dan lainnya.
“Bagi pelajar, jadikan kegiatan ini sebagai motivator. Ikut mengasah kemampuan dalam berbagai event itu perlu tetapi Jangan lupakan tugas utama mu sebagai siswa yaitu belajar, “ujar Drs H Ismail bersemangat lalu disambut applaus panjang siswa.
Ketua KONI Asahan, Nur Karim Nehe SE menyebut sebagai Induk Olahraga pihaknya selalu mendukung setiap kegiatan cabang olaraga yang dilaksanakan didaerah ini. Bulan depan 3 atlet catur kita Pondang Damanik, Alpian Nasution dan Maulidina berlaga dalam Pekan Olah Raga ProfSU .
Adapun juara 1-3 putra kategori SD: Kevin Gultom, M Abdul Rayhadi dan Maruli Sirait. Juara 1-3 putri; Nabila, Sheren Sembiring dan Elisabet Sirait. Untuk Juara 1-3 Kategori SMP Putra; Said Muhammad Ikbal Alhaddad, Yosep Tampubolon dan Fernando Arihta Ginting. Kategori Putri; Krisdayanti Sihombing, Vivin dan Karina.
Sementara untuk Juara 1-3 Kategori SMA Putra;
Saxerius Dian Samosir, Gurka Parlindungan Purba dan Ibnu Afan Butar-butar.
Kategori Putri juara 1-3; Febri Anastasya Simanjuntak, Suryani Sitorus dan
Fatma Dewi Sinurat. Sedangkan untuk kategori Senior/Umum Juara 1-4; Sugeng
Suriadi, Abdul Manaf Simangunsong,Syahruddin dan Galasa Silaen. (Fatah)
Kamis, 25 September 2014
YKI Asahan Gelar Kesehatan Reproduksi
KISARAN|Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Asahan
menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi kepada para remaja yang berstatus
pelajar. Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua YKI Kabupaten Asahan Hj
Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang, Kamis (25/9) di Aula SMA Negeri 1
Kisaran.
Ketua YKI Kabupaten Asahan Hj Winda Fitrika Taufan
Gama Simatupang mengatakan, penyuluhan kesehatan reproduksi di kalangan pelajar
ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada pelajar atau remaja agar
mengerti fungsi dari alat reproduksi masing-masing sehingga tidak terjebak
dalam pergaulan bebas atau seks bebas karena jika sampai terjadi akan
menyebabkan hamil di luar nikah dan terjadinya pernikahan dini.
“Harapan saya dari penyuluhan ini merupakan bakal
pengetahunan bagi pria dan wanita, khususnya para remaja agar dapat menjaga
kesehatan reproduksinya, “ujarnya.
Selain untuk menjaga kesehatan, Winda yang juga
Ketua TP-PKK Asahan ini mengajak remaja untuk menjaga kehormatan
reproduksi masing-masing. Dan untuk menjaganya tentunya remaja harus membekali
diri tentang agama dan moral.
“Jadilah anak Asahan yang baik dan jaga nama baik
keluarga, “ ujar Winda, sembari meminta kepada pelajar untuk mengikuti
penyuluhan tersebut dengan sunguh-sungguh.
Sementara, Purwanto Sididik dari Dinas Kesehatan
Asahan menjelaskan bahwa tujuan untuk mengetahui kesehatan reproduksi adalah
untuk memahami perubahan fisik, memahami alat sistem produksi dan dapat
menjaganya dengan baik.
Kegiatan juga dirangkai dengan tanya jawab seputar
tentang kesehatan reproduksi. Dan pelajar terlihat antusias memberikan pertanyaan
kepada narasumber. Turut hadir dalam kegiatan, Camat Kisaran Timur Rahmat
Hidayat Siregar, Kepala Sekolah SMA Negeri I Kisaran Jumadi, UPT Dinas
Pendidikan Kisaran Timur dan undangan lainya. (Suheri)
HMI MPO Cabang Asahan Dilantik
KISARAN|Pengurus Cabang Asahan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Asahan Majelis Penyelamat
Organisasi (HMI MPO) periode 2014-2015 secara resmi dilantik, Kamis (25/9/2014).
Pelantikan
pengurus PC HMI Asahan tersebut dihadiri oleh Bupati Asahan yang diwakili oleh
staff Ahli Bidang kemasyarakatan, Drs H Asbi MSi, KNPI Asahan serta organisasi
kemahasiswaan lainnya di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan.
Pelantikan yang mengambil tema Reformasi Pemikiran Mahasiswa menjadi Pemimpin yang Berideologi Islam Cerdas, Visioner, Progresif, guna Menjadi Insan yang Ulil Albab yang diridhio Allah SWT, ditandai dengan pembacaan surat keputusan dan dibaiat oleh Badko HMI Sumatera Raya Mizan Mustofa yang melantik Nur Iman sebagai Ketua dan Tengku Fahruja sebagai sekretaris.
Menurut Ketua HMI Cabang Asahan, Nur Iman, regenerasi kepemimpinan selalu terjadi dalam setiap wadah organisasi, tak terkecuali HMI. Proses regenerasi itu menunjukkan terjadinya perpindahan kepemimpinan dari kader yang satu pada kader lainya.
Pelantikan yang mengambil tema Reformasi Pemikiran Mahasiswa menjadi Pemimpin yang Berideologi Islam Cerdas, Visioner, Progresif, guna Menjadi Insan yang Ulil Albab yang diridhio Allah SWT, ditandai dengan pembacaan surat keputusan dan dibaiat oleh Badko HMI Sumatera Raya Mizan Mustofa yang melantik Nur Iman sebagai Ketua dan Tengku Fahruja sebagai sekretaris.
Menurut Ketua HMI Cabang Asahan, Nur Iman, regenerasi kepemimpinan selalu terjadi dalam setiap wadah organisasi, tak terkecuali HMI. Proses regenerasi itu menunjukkan terjadinya perpindahan kepemimpinan dari kader yang satu pada kader lainya.
Distribusi kader, dalam
hal ini, menjadi keharusan demi menjaga keberlangsungan roda organisasi.
Begitupun yang terjadi pada HMI Cabang Asahan, “ kata Nur Iman dalam sambutannya, usai dilantik.
Sementara itu Bupati Asahan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Drs H Asbi MSi, mengharapkan adanya sinergitas antara Pemkab Asahan dan HMI.
Sementara itu Bupati Asahan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Drs H Asbi MSi, mengharapkan adanya sinergitas antara Pemkab Asahan dan HMI.
"Sinergitas
ini bertujuan dalam rangka menjaga stabilitas dan integritas bangsa sebab HMI
adalah organisasi yang memiliki peran strategis dalam memainkan peranan dalam
menjaga stabilitas bangsa ini," kata Bupati.
Badko HMI MPO Sumatera Raya Mizan Mustofa, dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan strategis organisasi dalam penguatan internal demi menjawab problematika yang dihadapi HMI di masa depan. (Bens)
Badko HMI MPO Sumatera Raya Mizan Mustofa, dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan strategis organisasi dalam penguatan internal demi menjawab problematika yang dihadapi HMI di masa depan. (Bens)
Editor : Suheri
Rabu, 24 September 2014
Erlangga Sosialisasikan Kurikulum 2013
KISARAN|Penerbit Erlangga mensosialisasikan kurikulum 2013 kepada guru-guru SD,
SMP dan SMA, dilaksanakan pada hari Rabu (24/9/2014) di Aula SMK Negeri 2
Kisaran. Kegiatan ini dibuka langsung oleh KUPT Kisaran Barat H Mulia
Darma, SPd.
Penerbit Erlangga yang bertindak sebagai fasilitator kegiatan melalui panitia pelaksana Deni S mengatakan sosialisasi yang dilakukan merupakan program khusus dari pihak penerbit Erlangga sebagai wujud kepedulian terhadap bidang pendidikan.
“Melalui sosialisasi kurikulum 2013 ini kami berharap para guru lebih jauh kembali memahami penerapan kurikulum, adapun materi yang disampaikan meliputi penilaian autentik yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Selain itu para peserta diberikan materi tentang proses penilaian sesuai dengan tema dalam pembelajaran di tiap semester," ujarnya.
Workshop yang dilakukan oleh Penerbit Erlangga ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, sementara pelaksanaan di SMK N 2 Kisaran ini adalah kali ketiga dari beberapa lokasi pelatihan yang diagendakan diantaranya Kisaran Timur, Kisaran Barat, Meranti, Silo Laut, Pulo Bandring, Air Joman, dan Rawang.
Ditambahkan Deni, pihak penerbit Erlangga selama ini memberi perhatian lebih terhadap penerapan kurikulum tahun 2014. Oleh karena itu, akan terus melakukan sosialisasi kepada pihak guru-guru sebagai garda terdepan pelaksana kurikulum tersebut.
“Kita gencar dalam melakukan sosiasisasi implementasi kurikulum 2013 ini. Masih banyak guru-guru yang belum paham betul mengenai apa itu kurikulum 2013 dan bagaimana menerapkannya, workshop kali ini lebih kepada pemantapan karena para guru telah menjalani kurikulum tersebut,"jelasnya.
Sementara itu, pemateri tunggal acara tersebut Tiurmaida Situpeang, M.Pd
dari Medan yang memberikan berbagai penjelasan mengenai implemenatasi dan penerapan kurikulum 2013. Dalam materinya, disajikan berbagai macam cara dan strategi bagaimana mewujudkan siswa yang cerdas dan berkarakter sesuai dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri. (Bens/Fatah)
Penerbit Erlangga yang bertindak sebagai fasilitator kegiatan melalui panitia pelaksana Deni S mengatakan sosialisasi yang dilakukan merupakan program khusus dari pihak penerbit Erlangga sebagai wujud kepedulian terhadap bidang pendidikan.
“Melalui sosialisasi kurikulum 2013 ini kami berharap para guru lebih jauh kembali memahami penerapan kurikulum, adapun materi yang disampaikan meliputi penilaian autentik yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Selain itu para peserta diberikan materi tentang proses penilaian sesuai dengan tema dalam pembelajaran di tiap semester," ujarnya.
Workshop yang dilakukan oleh Penerbit Erlangga ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, sementara pelaksanaan di SMK N 2 Kisaran ini adalah kali ketiga dari beberapa lokasi pelatihan yang diagendakan diantaranya Kisaran Timur, Kisaran Barat, Meranti, Silo Laut, Pulo Bandring, Air Joman, dan Rawang.
Ditambahkan Deni, pihak penerbit Erlangga selama ini memberi perhatian lebih terhadap penerapan kurikulum tahun 2014. Oleh karena itu, akan terus melakukan sosialisasi kepada pihak guru-guru sebagai garda terdepan pelaksana kurikulum tersebut.
“Kita gencar dalam melakukan sosiasisasi implementasi kurikulum 2013 ini. Masih banyak guru-guru yang belum paham betul mengenai apa itu kurikulum 2013 dan bagaimana menerapkannya, workshop kali ini lebih kepada pemantapan karena para guru telah menjalani kurikulum tersebut,"jelasnya.
Sementara itu, pemateri tunggal acara tersebut Tiurmaida Situpeang, M.Pd
dari Medan yang memberikan berbagai penjelasan mengenai implemenatasi dan penerapan kurikulum 2013. Dalam materinya, disajikan berbagai macam cara dan strategi bagaimana mewujudkan siswa yang cerdas dan berkarakter sesuai dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri. (Bens/Fatah)
Editor : Suheri
Langganan:
Postingan
(
Atom
)



















